Modul 4 :

Penilaian Risiko HIV dan Strategi Pencegahan

 

Tujuan        :    1.    Meningkatkan pengetahuan pesetrta tentang faktor-faktor infeksi HIV/IMS

                        2.    Meningkatkan kesadaran peserta tentang risiko pribadi mereka terhadap infeksi HIV dan IMS lain.

                        3.    Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang strategi-strategi pencegahan penyebaran HIV dan IMS lain.

                        4.    Membangkitkan peserta untuk membuat komitmen pribadi untuk menurunkan risiko mereka terinfeksi HIV dan IMS.

Waktu  :    1 Jam

Bentuk:    Latihan penerangan dan pembentukan ketrampilan, diskusi kelompok, dan prestasi slide interaktif.

 

Materi   :    hal-hal yang diperlukan :

Ø      Kertas buram atau papan tulis

Ø      Cellotape / selotip

Ø      Slide atau overhead proyektor dan layer

Ø      Slide set untuk module 4

Ø      “Lembar Instruksi Latihan Penilaian Risisko IMS/ HIV (Individu” untuk latihan IIIA.

Ø      Kuesior ekstra “ Penilaian Resiko IMS/HIV Individu “ (lihat modul) 3

Ø      “Lembar Intruksi Latihan Strategi-strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Perilaku “ untuk latihan IV.A.

Ø      “Skenario Strategi-strategi Pencegahan HIV dan Perubahaan Perilaku” untuk latihan IV. A.

Ø      Kontrak pribadi pencegahan HIV

Catatan Instruktur    :           Semua informasi di modul 4 telah diringkas pada slide / overhead untuk membantu presentasi. Informasi untuk mengembangkan kurikulum tertulis (mis. grafik) terdapat pada slide / overhead pada kotak yang terletak disamping kurikulum yang dimaksud.

 

Pendahuluan

 

Sesi ini mencakup :

·        Mempelajari faktor – faktor resiko infeksi HIV

·        Mempelajari pencegahan universal sebagai petunjuk melawan penularan HIV dan penyakit lain yang menular melalui darah.

·        Aktifitas penilaian resiko individu

·        Presentasi dan diskusi tentang strategi-strategi pencegahan HIV dan perubahan perilaku.

·        Latihan pembentukan ketrampilan dalam menegosiasikan praktek seksual aman

 

II. Mempelajari Faktor-faktor Resiko Infeksi HIV (2 menit)

 

Catatan Instruktur    :           Presentasi singkat ini akan mempelajari faktor-faktor resiko infeksi HIV. Bangkitkan semangat peserta untuk mengajukan pertanyaan. Pimpin diskusi singkat dengan peserta tentang masalah “Bagaimana HIV menyebar”

 

HIV Menyebar :

Dengan menjalani seks vaginal, atau oral tak terlindung dengan orang yang HIV positif dengan memakai jarum atau alat suntik bersma dengan orang HIV positif selama kehamilan, kelahiran atau menusui dari ibu yang terinfeksi kebayinya

 

Cairan tubuh dari orang yang terinfeksi yang dapat menyebarkan HIV adalah :

·        Semen

·        Cairan vagina

·        Darah

·        Air Susu

III. Mempelajari Kewaspadaan Universal (3 menit)

 

Kewaspadaan universal adalah “prosedur opersional standar “ (SOP : Standar Operational Procedure) yang perlu diketahui dan diparktekan secara kontisten oleh seluruh personel militer saat membawa orang yang terluka dan mengurus yang meninggal, dengan tujuan meminimalkan resiko tertular penyakit yang menular melalui darah (seperti HIV) Ketrampilan dan alat-alat  dan penyakit lain yang menular melalui darah dapat menjadi penting saat kecelakaan atau luka-luka perang menyebabkan pendarahan, dan pada kasus dimana personel dibutuhkan untuk mengurus yang sudah meninggal.

 

Kewaspadaan Universal termasuk :

·        Penanganan secara aman benda-benda tajam (jarum, pisau dan alat-alat potong lainnya) untuk mencegah kulit terpotong atau tertusuk.

·        Mencuci tangan dengan air dan sabun setelah terpapar darah atau cairan tubuh lain atau jaringan tubuh yang terbuka.

·        Menggunakan sarung tangan dan baju pelindung saat kontak dengan darah dan cairant tubuh lain, hal ini terutama penting dalam penanganan mayat.

·        Pembuangan sampah yang aman dari sampah medis (verban, busa, lap, yang tercemar darah atau cairan tubuh lain, dan jaringan serta cairan tubuh sendiri)

·        Dekontaminasi semua instrumen dan peralatan yang telah kontak dengan darah dan jaringan tubuh.

 

IV. Penilaian Resiko IMS/HIV Individu ( 20 menit)

 

Catatan Instruktur     : Kedua latihan berikut mendiskusikan tugas pekerjaan rumah “Penilaian ResikoSTD/HIV Individu “ dari Modul 3. Ajaklah peserta untuk berperan serta dan tekankan bahwa tugas ini tidak harus dikembalikan atau diperlihatkan. Bila peserta merasa tidak nyaman dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, diskusi dapat dilakukan dalam. Instruktur bisa juga meminta kelompok  kecil atau kelompok besar mendiskusikan tugas dengan pihak ketiga, untuk memfasilitasi diskusi yang lebih terbuka.

 

A.        Diskusi Kelompok Kecil

                       

Petunjuk Latihan

 

Minta peserta pengeluaran konsioner  “penilaian resiko IMS individu yang mereka” yang mereka diminta mempelajari sebagai PR di sesi yang lalu.

 

Bagi peserta dalam kelompok kecil.

 

Seorang pencatat dan fasilitator perlu dipilih dari tiap kelompok. Fasilitator diberi “Lembar Instruksi Latihan Penilaian Risiko  IMS/HIV Individu”. Pencatat diberi lembaran kertas buram dan alat tulis.

 

Fasilitator dari tiap kelompok mengajak peserta untuk berbicara mengenai faktor – faktor resiko infeksi HIV, dan mengutarakan pertanyaan yang mungkin mereka miliki. Fasilitator akan bertanya secara non-personal mis” Bagaimana berhubungan seks setelah minum alkohol meningkatkan risiko seseorang mendapat infeksi HIV ? Instruktur akan berkeliling diantara kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan menanggapi kehawatiran – kehawatiran.

 

 

Fasilitator diskusi Kelompok Kecil

Menjelaskan pada peserta bahwa mereka tidak harus mendiskusikan perilaku dan faktor-faktor risiko pribadi, tapi boleh melakukannya kalau mau.

Menekankan pentingnya memakai kondom tap kali berhubunganseks diluar hubungan yang monogami mutal. Hubungan monogami mutual berarti mengetahui status HIV keduanya dan tidak berhubungan seks dengan orang lain saat masih terlikat hubungan tersebut.

Membangkitkan keinginan peserta untuk membatasi jumlah pasangan seksual mereka.

Memperkuat penggunaan “sistim perkawanan”(mis. teman-teman yang saling  menjaga satu sama lain) sebagai alat pencegahan risiko yang efektif.

Mengingatkan peserta bahwa alkohol dan obat terlarang lain dapat merusak daya penilaian dan meningkatkan kemungkinan berprilaku berisiko.

Mengingatkan peserta bahaya-bahaya sehubungan dengan penggunaan/ bersama alat suntik untuk mentato, rajah tubuh, dan menyuntik obat.

 

 

B.        Ringkasan Kelompok Besar

 

Petunjuk Latihan:   

 

Minta satu sukarelawan dari tiap kelompok kecil untuk meringkaskan poin-poin penting dan hal-hal yang telah dipelajari dari aktifitas kelompok kecil. Bila individu merasa tidak nyaman mempresentasikan, anda bisa minta tiap kelompok kecil untuk membuat presentasi kelompok.

 

Diskusikan dan jawab tiap pertanyaan atau kekhawatiran peserta untuk menutup latihan.

 

 

V. Strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Prilaku (20 menit)

 

Catatan Instruktur: Latihan memberi peserta kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah mereka dapat dari kursus  ke situasi kehidupan sebenarnya yang potensial. Peserta akan diberi skenario dimana mereka akan membuat pilihan dan membangun strategi dengan tujuan utama pencegahan terinfeksi IMS termasuk HIV. Ajak peserta untuk menggambarkan pengalaman mereka  sebagai militer/polisi sipil. Latihan ini mungkin menantang abgi peserta karena mungkin sangat berbeda dengan tipe latihan yang biasa. Beritahu kepada kelompok sebelum anda mulai pelatihan bahwa ini mungkin sulit untuk mereka, tapi tekankan bahwa mereka akan mendapatkan ketrampilan-ketrampilan dan ide-ide yang penting dari diskusi ini. Pastikan anda telah menyesuaikan diskusi “Acuan-acuan untuk Menegosiasikan Seks Aman” agar memenuhi dengan sebaik-baiknya kebutuhab pemirsanya, dengan mempertimbangkan isu-isu budaya. Sesuaikan juga skenario diskusi kelompok kecil untuk pemirsa anda.

 

Praktek Pasangan atau Kelompok Kecil

 

Catatan Instruktur: Mulai latihan  ini dengan presentasi singkat tentang menegosiasikan seks aman. 

 

Acuan untuk menegosiasikan seks aman

 

1. Praktekkan KPSK:

 

K=       Katakan pada pasangan anda “Saya mendenganapa yang kamu katakan”. Hargai perkataannya. Gunakan pernyataan “saya”. (bicara untuk diri sendiri).

 

P=        Pertahankan keinginan anda dengan carayang positif. Sebutkan tujuan dan kebutuhan anda. Bersikaplah positif. Gunakan pernyataan “saya” (bicara untuk diri sendiri).

 

S=        Sebutkan alasan-alasan anda menginginkan seks aman (menggunakan kondom). Katakan dengan singkat. Gunakan alasan-alasan bahwa itu untuk diri anda. Jangan sebutkan masalah penyakit.

 

K=       Ketahui alternatif-alternatif (untuk seks aman) dan kebutuhan pribadi anda. (yang anda benar-benar nyaman melakukannya).

 

KPSK adalah suatu set alat yang dapat digunakan seseorang untuk bisa mempertahankan dan membujuk. Gunakan KPSK untuk mengatakan pada pasangan anda bahwa anda ingin berhubungan seksual tapi anda tidak ingin hubungan seks yang tidak aman, atau pada situasi manapun dimana anda ingin mempertahankan pendapat.

 

 

2. Pertahankan keinginan, tapi jangan agresif       

 

·        pastikan anda mengatakan apa yang anda inginkan

·        gunakan pernyataan “saya”(bicara untuk diri sendiri)

·        dengarkan apa yang dikatakan pasangan anda

·        hormati dan hargai apa yang dikatakan pasangan anda

·        bersikap positif

·        katakan bahwa alasan-alasan untuk melakukan seks aman adalah demi diri anda, bukan pasangan anda.

 

3. Bila pasangan anda bersikap negatif (tidak mau mempraktekkan seks aman):

 

·        Cari sesuatu yang positif dari perkataannya dan balikkan pemikiran negatifnya kearah positif. Misalnya bila pasangan anda sangat mengendalikan, anda bisa katakan bahwa anda menghargai dan senang karena ia sangat memperhatikan anda (daripada menuduhnya bersikap terlalu mengendalikan).

·        Jangan pernah menyalahkan orang lain yang tidak menginginkan keamanan, salahkan lingkungan atau hal lainnya, tapi jangan orang lain.

 

4. Ingat HIV bukanlah satu-satunya yang bisa anda dapat dari tidak mempraktekkan seks aman. Anda bisa terjangkit IMS lain atau mendapat kehamilan yan tidak diinginkan.

 

Petunjuk Latihan

 

1.      Buat peserta bekerja dalam kelompok-kelompok kecil atau pasangan-pasangan (dua orang bekerja sama atau duet)

 

2.      Bila pasangan dibentuk, satu orang perlu sukarela menjadi pencatat. Bila kelompok kecil dibentuk, kelompok memerlukan fasilitator dan pencatat. Beri tiap pasangan atau kelompok kecil kertas buram dan alat tulis. Beri tiap pasangan atau fasilitator kelompok kecil “Lembar Instruksi Latihan Strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Prilaku”.

 

3.      Beri tiap pasangan atau kelompok kecil skenario (digambarkan dibawah) dari “Skenario Strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Prilaku”. Terdapat dua skenario, pastikan keduanya terdistribusi rata. Minta peserta mempelajari dan mendiskusikan skenario dan membuat tanggapan/strateginya. Tiap pencatat pada pasangan duet atau kelompok kecil harus menulis tanggapan-tanggapan/strategi tersebut di kertas biasa atau kertas buram (yang bisa dipakai untuk presentasi ke kelompok besar).

 

 

Skenario Diskusi Kelompok Kecil

 

Skenario 1: Peter dan Sarah

 

Ini adalah misi pertama Peter keluar negeri dan juga merupakan saat pertamnya tinggal di negara lain. Peter terkejut dan terbenam oleh banyaknya perbedaan di lingkungan barunya (budaya, agama), tidak hanya di populasi setempat tapi juga pada misinya. Merupakan hal yang sangat menekan bagi Peter berusaha untuk menyesuaikan diri dengan begitu banyak macam masyarakat di lingkingan barunya. Ia telah berteman dengan Hector, tentara lain, dan mereka berdua telah diberi dua setengah hari R&R (rest&relaxation) yaitu waktu beristirahat dan bersantai yang pertama, dan mereka sudah siap! Mereka pergi ke pantai terdekat dan sangat mengharapkan bisa beristirahat.

 

Peter dan Hector berada di sebuah kelab malam sedang minum-minum, setelah menghabiskan hari yang menyenangkan di pantai. Peter bertemu Sarah di kelab tersebut. Mereka berdansa dan ngobrol, dan Peter bisa tahu dari cara Sarah tersenyum dan menyentuhnya bahwa ia tertarik secara seksual padanya. Sarah mengundang Peter ke tempatnya. Peter khawatir dengan HIV dan IMS  lain dan ingin menggunakan kondom. Setelah sampai di apartemen Sarah, mereka mulai akan berintiman.

 

Peter:   Saya harus katakan sekarang bahwa penting artinya bagi saya untuk memakai kondom.Saya membawanya beberapa.

 

Sarah:   Kenapa kamu ingin memakainya? Saya tidak pernah bertemu seorang pria yang mau memakai kondom!

 

Peter:   Ya…tapi saya pikir itu ide yang baik…

 

Sarah:   Tapi Peter, rasanya akan jauh lebih baik tanpa kondom.

 

Apa yang sebaiknya Peter lakukan? Apa yang harus diaktakan Peter pada Sarah? Buat kemungkinan tanggapan-tanggapan dan strategi bagi Peter supaya bisa menegosiasikan seks aman secara efektif dengan Sarah.

 

 

Skenario 2: Carmen dan John

 

Carmen mencurigai pacarnya John telah tidur dengan orang lain saat ia jauh dari rumah untuk suatu tugas khusus selama dua bulan. Ia bersiap-siap pulang ke rumah dan khawatir tentang HIV dan IMS. Ia ingin memakai kondom saat berhubungan seks dengan pacarnya tapi tidak tahu bagaimana memulainya (mereka belum pernah menggunakan sebelumnya). Ia terutama khawatir karena pacarnya seorang yang pemarah dan pencemburu.

 

Apa yang harus dilakukan Carmen? Apa yang harus Carmen katakan pada John? Buat kemungkinan-kemungkinan tanggapan dan strategi bagi Carmen supaya bisa menegosiasikan seks aman dengan John.

 

 

B. Ringkasan Kelompok Besar

 

Petunjuk Latihan

 

1.      Instruktur akan meminta satu sukarelawan dari tiap kelompokkecil atau pasangan untk meringkas strategi-strategi yang mereka temukan sebagai tanggapan terhadap skenario. Tawarkan tanggapan lain (bila sesuai) untuk menekankan pencegahan HIV/IMS.

 

2.      Diskusikan tiap pertanyaan atau kekhawatiran peserta.

 

3.      Untuk menutup diskusi, pelajari lagi acuan menegosiasikan seks aman.

 

Praktekkan KPSK:

 

K= Katakan pada pasangan anda “Saya mendenganapa yang kamu katakan”. Hargai perkataannya. Gunakan pernyataan “saya”. (bicara untuk diri sendiri).

 

P=   Pertahankan keinginan anda dengan carayang positif. Sebutkan tujuan dan kebutuhan anda. Bersikaplah positif. Gunakan pernyataan “saya” (bicara untuk diri sendiri).

 

S=   Sebutkan alasan-alasan anda menginginkan seks aman (menggunakan kondom). Katakan dengan singkat. Gunakan alasan-alasan bahwa itu untuk diri anda. Jangan sebutkan masalah penyakit.

 

K=  Ketahui alternatif-alternatif (untuk seks aman) dan kebutuhan pribadi anda. (yang anda benar-benar nyaman melakukannya).

 

 

       Pertahankan keinginan, tapi jangan agresif           

 

·        pastikan anda mengatakan apa yang anda inginkan

·        gunakan pernyataan “saya”(bicara untuk diri sendiri)

·        dengarkan apa yang dikatakan pasangan anda

·        hormati dan hargai apa yang dikatakan pasangan anda

·        bersikap positif

·        katakan bahwa alasan-alasan untuk melakukan seks aman adalah demi diri anda, bukan pasangan anda.

 

 

 

 

Bila pasangan anda bersikap negatif (tidak mau mempraktekkan seks aman):

 

·        Cari sesuatu yang positif dari perkataannya dan balikkan pemikiran negatifnya kearah positif. Misalnya bila pasangan anda sangat mengendalikan, anda bisa katakan bahwa anda menghargai dan senang karena ia sangat memperhatikan anda (daripada menuduhnya bersikap terlalu mengendalikan).

 

·        Jangan pernah menyalahkan orang lain yang tidak menginginkan keamanan, salahkan lingkungan atau hal lainnya, tapi jangan orang lain.

 

Ingat HIV bukanlah satu-satunya yang bisa anda dapat dari tidak mempraktekkan seks aman. Anda bisa terjangkit IMS lain atau mendapat kehamilan yan tidak diinginkan.

 

 

Catatan Instruktur: Bila sesuai untuk diterapkan, gunakan diskusi pilihan berikut untuk membantu menutup latihan.

 

Proses menegosiasikan seks aman sama dengan negosiasi pada umumnya. Analogi berikut berhubungan dengan langkah-langkah diplomasi, negosiasi, dan tindakan/aksi yang merupakan langkah-langkah yang telah dilatihkan pada militer  dan polisi sipil untuk diambil saat berbicara tentang seks aman, negosiasi, dan tindakan.

 

Diplomasi =           Saling berbicara pada awal suatu hubungan sebelum berhubungan seks. Iniadalah kesempatan untuk mengekspresikan sudut pandang anda tentang seks aman dan menyebutkan keinginan-keinginan anda.

 

Negosiasi =            Mencoba mencapai kesepakatan dalam seks aman, sehingga aktifitas seksual terasa nyaman bagi kedua individu. Anda bisa menggunakan kata lain untuk menyatakan kesukaan anda pada seks aman. Misalnya, nyatakan bahwa itu masalah kesehatan, tidak hanya untuk saya, tapi untuk anda juga.

 

Tindakan =            Lakukan tidakan untuk memastikan keselamatan anda. Anda bisa bertahan untuk menggunakan kondom, anda bisa putuskan untuk tidak berhubungan seks bila pasangan menolak menggunakan kondom, atau anda bisa memilih untuk melakukan aktifitas lain selain hubungan seksual penetratif.

 

 

VI. Surat Jaminan Peserta

 

Catatan Instruktur: Pada latihan ini peserta dapat membuat  jaminan pribadi tertulis untk penurunan infeksi HIV dan IMS lain. Anjurkan peserta untuk menyimpan surat jaminan ini untuk digunakan lagi pada Modul 5 dan setelah selesai kursus. Perkenalkan ide tentang peserta bertindak sebagai “pemimpin-pemimpin”dalam pencegahan HIV dengan menjalani kursus ini, dan akan adadiskusi lebih jauh tentang peran penting mereka sebagai pemimpin pada modul 5.

 

Petunjuk Pembuatan Surat Jaminan

 

1.      Beri tiap peserta dua salinan Jaminan untuk penurunan risiko HIV dan IMS  lain.

 

2.      Pelajari surat jaminan tersebut dan Bangkitkan keinginan peserta untuk membaca dan menandatangani kedua salinan. Peserta yang setuju untuk menandatangani surat jaminan mengembalikan satu salinan ke instruktur dan menyimpan yang lainnya. Informasi ini tecakup pada surat jaminan, dan juga terdapat pelajaran singkat dari isi kursus.

 

 

 

VII. Ringkasan dan Kesimpulan (5 menit)

 

Kita telah membahas banyak materi pada sesi ini dan pada kursus secara keseluruhan.

 

Kita akan menutup sesi ini dengan menekankan yang berikut ini:

 

Untuk menurunkan risiko HIV/IMS:

 

·        Gunakan kondom lateks tiap kali berhubungan seks.

·        Batasi jumlah pasangan seksual anda

·        Terapkan “sistim perkawanan”, saling menjaga satu sama lain.

·        Ingat bahwa alkohol dan obat terlarang lain dapat merusak kemmpuan penilaian dan meningkatkan prilaku yang berisiko (tidak aman).

·        Jangan pernah menggunakan bersama jarum yang tidak steriluntuk penyuntikan obat, tato, atau tusuk jarum/melubangi bagian tubuh.

 

Ingat:

 

·        HIV adalah virus penyebab AIDS

·        AIDS adalah akibat dari infeksi HIV

·        Infeksi HIV dapat dicegah

·        HIV tidak menyebar melalui kontak sosial biasa

 

Langkah-langkah yang bisa diambil untuk pencegahan infeksi dan penularan HIV:

 

·        Bicara pada teman-teman, keluarga, dan rekan militer tentang bagaimana mencegah infeksi HIV/IMS.

·        Jangan menginjeksi obat terlarang.

·        Ingat baik-baik bahwa anda selalu bisa memutuskan untuk tidak berhubungan seks.

·        Selalu gunakan kondom lateks setiap kali melakukan hubungan seks vaginal, anal atau oral.

 

 

Sebagai catatan yang lebih pribadi, langkah-langkah yang dapat diambil sebagai persiapan diri untuk mencegah infeksi HIV/IMS:

 

·        Ketahui dimana dan bagaimana timbulnya risiko penularan IMS/HIV, hingga anda bisa menghindari atau menurunkan keterpaparan anda pada risiko tersebut. Latihan ini bertujuan untk meningkatkan pengetahuan anda tentang risiko-risiko terseebut.

 

·        Sadari konsekuensi-konsekuensi yang anda hadapi bila mengambil risiko tersebut(untuk IMS/HIV). HIV/IMS adalah ancaman serius bagi kesehatan dan kesejahteraan anda.

 

·        Termotivasi untuk mempraktekkan prilaku seks aman setiap saat. Latihan ini bertujuan memotivasi anda untuk mempraktekkan prilaku seks aman secara konsisten dan benar.

 

·        Membentuk ketrampilan untuk dapat berhasil menegosiasikan seks aman dan menggunakan kondom dengan benar. Kami berharap latihan ini telah membantu anda memperoleh dan meningkatkan ketrampilan tersebut.

 

·        Dapatkan dukungan dari anggota keluarga, teman-teman, dan rekan-rekan anggota militer untuk tetap dapat mempertahankan prilaku aman setiap saat. “Sistim perkawanan” merupakan cara yang sangat membantu untuk mendukung diri anda, teman-teman atau rekan kerja untuk mempraktekkan prilaku aman dan saling menjaga satu sama lain.

 

Instruktur harus berterima kasih pada peserta akan peran sertanya dalam program pelatihan. Ia harus menekankan pentingnya misi mereka dan kebutuhan mereka untuk melindungi diri dan keluarga mereka.

 

Sebagai penutup latihan, minta peserta untuk menyatakan hal-hal yang mereka sukai (kelebihan-kelebihan) dari kursus ini dan apa-apa yang perlu ditingkatkan (keinginan-keinginan). Rekatkan dua lembar kertas buram di dinding, tandai salah satu dengan “Kelebihan” dan lainnya “Keinginan”, dan tulis umpan balik yang didapat dari peserta. Gunakan informasi ini untuk membantu anda pada kursus mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Modul 4: Penilaian Risiko dan Strategi Pencegahan HIV

Penilaian Risiko IMS/HIV Individu

Lembar Instruksi Latihan

 

Petunjuk Diskusi Kelompok Kecil

 

1.      Fasilitator meminta peserta mengeluarkan “Kuesioner Penilaian Risiko IMS/HIV Individu” yang mereka telah diminat melengkapinya pada Modul 3. Ingatkan bahwa mereka tidak harus mengembalikan kuesioner atau membiarkan orang lain melihat apa yang ditulis. Dan bahwa mereka tidak harus mendiskusikan prilaku atau faktor-faktor risiko pribadi mereka tapi boleh melakukannya kalau mau. \individu bisa mendiskusikan latihan dengan orang ketiga bila merasa lebih nyaman melakukan itu.

 

2.      Temukan pencatat di kelompok dan pastikan mereka menulis komentar-komentar peserta pada kertas buram.

 

3.      Pimpin diskusi untuk tiap pertanyaan pada kuesioner. Bicarakan tiap pertanyaan dengan cara yang tidak pribadi, mis. “Bagaimanakah hubungan seks setelah minum alkohol meningkatkan risiko seseorang terhadap infeksi HIV?”

 

4.      Anda bisa memanggil instruktur yang akan berkelilinga diantara kelompok untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi tiap kekhawatiran.

 

5.      Fasilitator menutup diskusi dengan menyatakan poin-poin berikut:

 

·        Merupakan hal penting untuk memakai kondom setiap kali terlibat hubungan seksual diluar hubunga yang monogami mutual. Hubungan monogami mutal berarti mengetahui status HIV keduanya dan tidak berhubungan seks dengan orang lain saat berada dalam ikatan hubungan tersebut.

 

·        Anda bisa menurunkan risiko HIV/IMS dengan membatasi jumlah pasangan seksual anda.

 

·        Gunakan “sistim perkawanan” (mis. mengawasi dan menjaga teman-teman anda) untuk meanurunkan risiko IMS/HIV. Ingatkan peserta bahwa alkohol dan obat terlarang lain dapat merusak daya penilaian dan meningkatkan kemungkinan prilaku berisiko.

 

·        Ingat bahaya menggunakan/bersama jarum yang tidak steril untuk tato/rajah, tusuk tubuh, dan menyuntik obat, karena ini bisa membuat terpapar pada HIV/IMS.

 

 

 

 

 

 

Modul 4: Penilaian Risiko dan Strategi Pencegahan HIV

Strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Prilaku

Lembar Instruksi Latihan

 

 

Petunjuk Diskusi Kelompok Kecil

 

1.      Fasilitator mengenali pencatat di kelompok dan memastikan mereka menulis tanggapan-tanggapan dan strategi-strategi terhadap skenario pada kertas buram.

 

2.      Distribusikan skenario pada kelompok den buat mereka membacanya.

 

3.      Pimpin diskusi dengan kelompok dan buat mereka berbicara tentang skenario dan membuat tanggapan-tanggapan dan strategi-strategi untuk itu.

 

4.      Menyetujui seorang presenter, atau buat presentasi kelompok keseluruhan saat anda kembali ke kelompok besarbersama instruktur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Modul 4: Penilaian Risiko dan Strategi Pencegahan HIV

Skenario Strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Prilaku

 

 

Skenario 1: Peter dan Sarah

 

Ini adalah misi pertama Peter keluar negeri dan juga merupakan saat pertamnya tinggal di negara lain. Peter terkejut dan terbenam oleh banyaknya perbedaan di lingkungan barunya (budaya, agama), tidak hanya di populasi setempat tapi juga pada misinya. Merupakan hal yang sangat menekan bagi Peter berusaha untuk menyesuaikan diri dengan begitu banyak macam masyarakat di lingkingan barunya. Ia telah berteman dengan Hector, tentara lain, dan mereka berdua telah diberi dua setengah hari R&R (rest&relaxation) yaitu waktu beristirahat dan bersantai yang pertama, dan mereka sudah siap! Mereka pergi ke pantai terdekat dan sangat mengharapkan bisa beristirahat.

 

Peter dan Hector berada di sebuah kelab malam sedang minum-minum, setelah menghabiskan hari yang menyenangkan di pantai. Peter bertemu Sarah di kelab tersebut. Mereka berdansa dan ngobrol, dan Peter bisa tahu dari cara Sarah tersenyum dan menyentuhnya bahwa ia tertarik secara seksual padanya. Sarah mengundang Peter ke tempatnya. Peter khawatir dengan HIV dan IMS  lain dan ingin menggunakan kondom. Setelah sampai di apartemen Sarah, mereka mulai akan berintiman.

 

Peter:   Saya harus katakan sekarang bahwa penting artinya bagi saya untuk memakai kondom.Saya membawanya beberapa.

 

Sarah:   Kenapa kamu ingin memakainya? Saya tidak pernah bertemu seorang pria yang mau memakai kondom!

 

Peter:   Ya…tapi saya pikir itu ide yang baik…

 

Sarah:   Tapi Peter, rasanya akan jauh lebih baik tanpa kondom.

 

Apa yang sebaiknya Peter lakukan? Apa yang harus diaktakan Peter pada Sarah? Buat kemungkinan tanggapan-tanggapan dan strategi bagi Peter supaya bisa menegosiasikan seks aman secara efektif dengan Sarah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Modul 4: Penilaian Risiko dan Strategi Pencegahan HIV

Skenario Strategi Pencegahan HIV dan Perubahan Prilaku

 

 

Skenario 2: Carmen dan John

 

Carmen mencurigai pacarnya John telah tidur dengan orang lain saat ia jauh dari rumah untuk suatu tugas khusus selama dua bulan. Ia bersiap-siap pulang ke rumah dan khawatir tentang HIV dan IMS. Ia ingin memakai kondom saat berhubungan seks dengan pacarnya tapi tidak tahu bagaimana memulainya (mereka belum pernah menggunakan sebelumnya). Ia terutama khawatir karena pacarnya seorang yang pemarah dan pencemburu.

 

Apa yang harus dilakukan Carmen? Apa yang harus Carmen katakan pada John? Buat kemungkinan-kemungkinan tanggapan dan strategi bagi Carmen supaya bisa menegosiasikan seks aman dengan John.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Modul 4: Penilaian Risiko dan Strategi Pencegahan HIV

Surat Jaminan Pribadi Pencegahan HIV

 

Setelah berpartisipasi dalam program Pencegahan HIV dan Perubahn Prilaku untuk Populasi Militer Internasional ini, saya mengetahui bahwa hal-hal yang merupakan poin-poin kunci HIV dan AIDS adalah:

 

·        HIV adalah virus penyebab AIDS, dan AIDS adalah akibat dari infeksi HIV.

·        Infeksi HIV dapat dicegah.

·        HIV tidak menyebar melalui kontak sosial biasa

 

Saya juga tahu bahwa HIV adalah ancaman yang sangat nyata, yang bila dibiarkan berkembang bisa menyebabkan masalah yang serius dan lama pada keluarga, masyarakat, organisasi militer/polisi sipil, bangsa saya dan sseluruh dunia. Saya tahu bahwa ada langkah-langkah yang bisa saya ambil untuk menjaga saya dan keluarga saya dari terinfeksi HIV, dan untuk membantu masyarakat dan bangsa saya menanggapi  infeksi HIV dan orang orang yang terkena HIV/AIDS dengan cara-cara yang telah diinformasikan.

 

·        Saya tahu bahwa HIV menyebar melalui hubungan seksual vaginal, anal atau oral dengan orang yang memiliki HIV, atau melalui penggunaan bersama jarum suntik dengan orang yang memiliki virus tersebut. Tidak berhubungan seks atau menggunakan jarum suntuk bersama akan melindungi saya dari HIV.

 

·        Bila saya melakukan hubunga seks, saya dapat sangat menurunkan risiko terinfeksi atau menginfeksi orang lain dengan HIV dan IMS lain dengan cara menggunakan kondom lateks dengan benar dan konsisten.

 

·        Bila saya menginjeksi obat atau zat lain apapun jenisnya, saya dapat melindungi diri dengan menggunakan alat baru dan steril tiap kali menyuntik.

 

·        Saya bisa berada disekitar orang yang memiliki HIV atau AIDS, saling berbagi penggunanan telepon, pena, sendok, dan cangkir kopi bersama, menggunakan kamar mandi dan dapur bersama, dan bahkan berjabatan tangan dan berpelukan tanpa berisiko terinfeksi.

 

Oleh karena itu, saya akan mengambil langkah-langkah pencehgahan infeksi HIV dan IMS lain dan/atau membantu mendidik dan melindungi keluarga dan masyarakat saya.

 

Dibawah ini adalah beberapa kemungkinan langkah-langkah untuk diambil; tambahkan bila  anda mau ;

 

·        Saya akan berbicara pada teman-teman dan keluarga saya tentang bagaimana mencegah infeksi HIV dan IMS lain.

·        Saya tidak akan menginjeksi obat terlarang

·        Saya akan mengingat bahwa saya bisa memutuskan untuk tidak berhubungan seks

·        Saya akan menggunakan kondom lateks pada saat melakukan hubungan seks vaginal, anal, atau oral.

·        Saya akan melayani semua pasangan seksual dengan hormat

·        _______________________________________________________________

·        _______________________________________________________________

 

 

 

Tertanda: ______________________________         Tanggal: ________________